Wakil Ketua DPRD Parepare – seorang mahasiswa bernama samaran MRA( 21) ditemui wafat dunia dalam keadaan bergantung di balkon lantai 4 Cafe Alya. Lokasi berada pada Jalur Mattirotasi, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Kejadian ini terjadi pada Pekan( 8/ 2/ 2026) sekira jam 18. 00 Waktu indonesia tengah(WITA). Korban dikenal ialah karyawan kafe sekalian mahasiswa Fakultas Ekonomi STIE Amsir Parepare.
Kafe tersebut dikenal ialah kepunyaan seseorang Wakil Pimpinan DPRD Parepare, Suyuti. MRA pula dikenal ialah keponakan dari politikus Partai NasDem tersebut.
Wakil Ketua DPRD Parepare Bunuh Diri Masih Didalami Oleh Kapolres Parepare
Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda membetulkan peristiwa nahas itu. Dia berkata korban ditemui awal kali oleh rekan kerjanya sehabis dicoba pencarian sampai ke lantai sangat atas kafe.
” Benar, sudah ditemui seseorang pria dalam posisi gantung diri di balkon lantai 4 Cafe Alya. Korban ialah karyawan kafe tersebut sekalian mahasiswa,” ucap Indra dikala dikonfirmasi, Senin( 9/ 2/ 2026).
Indra menarangkan, korban ditemui bergantung memakai tali nilon bercorak biru. Rekan korban pernah mengira korban masih hidup serta berupaya membagikan pertolongan, tetapi dikala didekati korban telah tidak bernapas.
Dekat jam 18. 55 Waktu indonesia tengah(WITA), jenazah korban setelah itu dievakuasi ke RSUD Andi Makkasau Parepare memakai ambulans PSC 119 buat dicoba pengecekan kedokteran.
” Bersumber pada hasil pengecekan luar oleh dokter jaga, tidak ditemui terdapatnya isyarat kekerasan pada badan korban. Dugaan sedangkan korban wafat dunia akibat asfiksia ataupun kekurangan oksigen,” jelasnya.
Baca Juga : Warga Sukabumi Rogoh 500 Juta Bangun Tanggul Sungai
Hasil Pengecekan Kedokteran Pada Korban
Hasil pengecekan kedokteran menampilkan terdapatnya sisa jeratan di leher korban, ujung lidah keluar, dan pendarahan di dalam hidung akibat pecahnya pembuluh darah sebab aliran darah tertahan di leher. Tetapi demikian, tidak ditemui cedera ataupun ciri kekerasan raga yang lain.
Lebih lanjut, Indra mengatakan kalau saat sebelum ditemui wafat dunia, korban pernah menemui Pimpinan RT setempat dekat jam 14. 00 Waktu indonesia tengah(WITA). Dikala itu, korban mengaku mempunyai kasus di kampus serta pernah ikut serta perkelahian.
” Korban pernah memohon obat penghilang rasa sakit kepada Pimpinan RT. Dari penjelasan saksi, tidak ditemui sisa cedera akibat perkelahian, tetapi nampak terdapatnya sisa jeratan di leher korban,” ucapnya.
Polisi sudah melaksanakan olah tempat peristiwa masalah, mengecek beberapa saksi, dan mengamankan benda fakta berbentuk tali nilon selama 4 m 15 sentimeter, 3 lembar pakaian dalam kaos, serta sebilah pisau kecil.
Jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga korban melaporkan menerima peristiwa tersebut selaku bencana serta menolak dicoba autopsi, yang dituangkan dalam pesan statment formal.
” Pihak keluarga sudah melaporkan ikhlas serta tidak keberatan atas kematian korban, pungkas Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda.
Situs Abangempire yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!

