Travel Umrah Bodong Makan 14 Jemaah Asal Sukabumi
Paus Empire

Travel Umrah Bodong Makan 14 Jemaah Asal Sukabumi

Travel Umrah Bodong – Aplikasi travel umrah bodong kembali memakan korban. Sebanyak 14 jemaah asal Kabupaten Sukabumi diprediksi jadi korban penipuan. Modus yang digunakan terkategori nekat, ialah memalsukan dokumen ekspedisi mulai dari tiket sampai visa.

Permasalahan ini sudah dilaporkan ke Polres Sukabumi semenjak Desember 2025. Sampai saat ini, para korban didampingi kuasa hukumnya terus mengawal pertumbuhan penyelidikan pihak kepolisian.

Travel Umrah Bodong Terungkap Dikala 14 Jemaah Tertahan

Kecurigaan baru terungkap dikala ke- 14 jemaah datang di Lapangan terbang Soekarno- Hatta buat berangkat ke Tanah Suci. Bukannya terbang, mereka malah tertahan sepanjang 4 hari sebab dokumen yang mereka pegang tidak valid.

Kuasa hukum korban, Apriyanto dari APR Law Office, mengatakan kalau segala dokumen ekspedisi diprediksi kokoh ialah hasil rekayasa digital.

“ Klien kami baru mengenali dikala di lapangan terbang kalau visa, tiket, serta segala dokumen ekspedisi diprediksi palsu serta sudah diedit,” kata Apriyanto, Sabtu( 28/ 2/ 2026).

Kerugian Modul serta Beban Moral

Permasalahan ini mencatat kerugian modul yang fantastis. Dana dini yang disetorkan jemaah menggapai dekat Rp300 juta.

Tetapi, demi melindungi tanggung jawab moral serta perasaan para jemaah yang telah siap beribadah, pihak perekrut terpaksa menalangi bayaran bonus sampai total menggapai Rp500 juta supaya jemaah senantiasa dapat berangkat secara tiba- tiba lewat jalan lain.

Baca Juga : Puluhan Pengedar Narkoba Di Lampung Berhasil Diciduk

Usup Junansyah, salah satu korban yang pula dimohon mencari jemaah, mengaku sangat terpukul. Dia pernah tergiur iming- imingi bonus besar serta dorongan perizinan travel dari pimpinan PT Hasan Berkah Wisata, Agung Hardiansyah.

” Kami 4 malam di lapangan terbang. Saat sebelum berangkat itu kami hingga menangis. Beban moralnya luar biasa, sebab jemaah telah siap seluruh buat ibadah,” ungkap Usup.

Gelar Perkara

Bersumber pada data dari penyidik, pihak kepolisian sudah melaksanakan gelar masalah. Pesan panggilan kedua apalagi pesan penjemputan sudah diterbitkan buat terlapor, Agung Hardiansyah.

Tetapi, sampai dikala ini keberadaannya belum dikenal. Grupnya memohon penyidik buat lekas mengecek legalitas PT Hasan Berkah Wisata supaya tidak terdapat warga lain yang jadi korban modus seragam.

” Penyidik telah berencana melayangkan pesan panggilan kedua. Tetapi hingga dikala ini terlapor belum dikenal keberadaannya. Intinya kabur,” tambah ia.

Situs Paus Empire yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *