Pelajar SMA Di Culik – IDS (16), anak muda asal Bantul, Yogya, wafat dunia usai dikeroyok gerombolan pemuda pada Selasa( 14/ 4/ 2026) kemudian. 2 dari 7 pelakon yang diburu ditangkap.
2 pelakon pengeroyokan yang ditangkap serta telah ditahan ialah BLP( 18), masyarakat Kecamatan Kretek, serta B( 21), masyarakat Kecamatan Bambanglipuro. Keduanya ditangkap Senin( 20/ 4/ 2026) malam. Sisanya masih terus dikejar.
“ Sat Reskrim Polres Bantul sukses mengamankan 2 orang pelakon penganiayaan terhadap korban IDS( 16) yang terjalin pada Selasa( 14/ 4/ 2026). Keduanya ditangkap dekat jam 23. 00 Wib di Pandak,” kata Kasi Humas Polres Bantul, Ipda Rita Hadiyanto, Selasa( 21/ 4/ 2026).
IDS ialah korban pengeroyokan yang setelah itu dinyatakan wafat dunia pada Pekan( 19/ 4/ 2026) malam sehabis memperoleh perawatan intensif semenjak Selasa di Rumah sakit Saras Adyatma. Dikala diantar ke rumah sakit, IDS hadapi cedera parah serta dalam keadaan kritis sehabis jadi korban penyiksaan brutal oleh sekelompok anak muda.
Pelajar SMA Di Culik Dijemput 2 Pemuda Jelang Tengah Malam
Bapak IDS, Sugeng Riyanto, menggambarkan kalau pada Selasa malam anaknya dijemput oleh 2 pemuda yang mengendarai sepeda motor dekat jam 22. 00 Wib. Dikala itu, Sugeng mengaku telah tertidur sehingga tidak mengenali anaknya keluar rumah.
Bersumber pada penjelasan salah satu sahabat korban yang membuntuti, IDS lebih dahulu dibawa ke balik SMAN 1 Bambanglipuro oleh beberapa kakak kelas serta kelompoknya. Setelah itu, IDS dibawa oleh 2 orang berbeda ke Lapangan Gadung Mlati.
“ Bagi rekannya, di situ anak aku telah ditunggu dekat 10 orang. Dia cuma pernah ditanya soal turut geng, setelah itu langsung dikeroyok,” ucapnya.
Dikala ditemui, badan IDS dilaporkan hadapi kekerasan membabi buta memakai selang serta pipa paralon. Tidak hanya itu, badan korban pula disundut api rokok sehingga menimbulkan cedera sungguh- sungguh.
Baca Juga : 7 Pelajar SMP Dan SMA Di Grebek Saat Pesta Miras
Sugeng pula menggambarkan penyiksaan oleh pelakon tidak menyudahi di sana. IDS yang telah tidak berdaya apalagi diucap dilindas sepeda motor kesekian kali. Seseorang pelakon pula diprediksi pernah hendak melukai kuping korban saat sebelum dicegah oleh temannya yang menjajaki dari balik.
“ Waktu telah pingsan, masih ingin dipotong telinganya, namun temannya sukses merebut gunting,” ungkap Sugeng.
Kala dilarikan ke rumah sakit buat memperoleh perawatan, korban IDS tidak sadarkan diri serta kondisinya terus memburuk sampai kesimpulannya dinyatakan wafat dunia pada Pekan malam.
Keluarga Desak Pelakon Dihukum Seberat- beratnya
Atas peristiwa ini, Sugeng berkata grupnya sudah memberi tahu peristiwa tersebut ke polisi diiringi dengan hasil visum anaknya. Dia berharap pelakon lekas ditangkap dan dihukum berat.
“ Aku memohon pelakon dihukum seberat- beratnya. Ini telah sangat sadis,” tegas Sugeng.
IDS, bagi Sugeng, terkategori anak muda yang tidak sempat keluar malam. Dia umumnya telah terletak di rumah saat sebelum jam 21. 00 Wib ataupun sangat lelet jam 22. 00 Wib. Bila pada jam tersebut belum kembali, ibunya hendak menghubungi buat memintanya lekas kembali.
Situs Abang Empire yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!

