Longsor Cilacap – Tubuh Geologi Departemen Tenaga Sumber Energi Mineral( ESDM) mengatakan posisi longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis malam( 13/ 11/ 2025) tercantum zona dalam prakiraan terbentuknya gerakan tanah menengah.
Bagi Kepala Tubuh Geologi Departemen ESDM, Muhammad Wafid, pada zona ini bisa terjalin gerakan tanah paling utama pada wilayah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalur ataupun bila lereng hadapi kendala.
” Gerakan tanah lama bisa aktif kembali akibat curah hujan yang besar serta erosi kokoh,” kata Wafid dalam keterangannya, Bandung, Sabtu( 15/ 11/ 2025).
Wafid berkata, aspek pemicu terbentuknya tanah longsor yang menimbulkan puluhan orang dilaporkan lenyap, serta 2 orang ditemui wafat dunia diperkirakan sebab kemiringan lereng tebing yang curam dan tanah pelapukan gampang runtuh, gembur serta jenuh.
Tidak hanya itu, keadaan batuan bawah terkekarkan kokoh yang dipengaruhi struktur geologi. Ditambah curah hujan yang besar lanjut Wafid, dengan durasi lama selaku faktor terjalin gerakan tanah.
Baca Juga : Kepolisian Menangkap Mahasiswa Yang Rekam Mahasiswi Mandi
” Warga di dekat terdampak bencana supaya lekas mengungsi ke posisi yang lebih nyaman, sebab masih berpotensi longsoran susulan,” ucap Wafid.
Longsor Cilacap Menjadi Perhatian Badan Geologi
” Pemasangan rambu rawan bencana longsor di dekat posisi yang longsor dilakuakan buat tingkatkan kewaspadaan,” ungkap Wafid.
Warga setempat pula diimbau buat senantiasa menjajaki arahan dari pemerintah wilayah ataupun Tubuh Penanggulangan Bencana Wilayah( BPBD) setempat.
Wafid menarangkan secara universal keadaan( morfologi) posisi bencana serta sekitarnya, diperkirakan berbentuk perbukitan struktural bergelombang lagi dengan kemiringan landai curam.
Formasi Tapak terletak diatas Formasi Kumbang. Keadaan ini dipengaruhi oleh struktur geologi berbentuk lipatan serta patahan memandang proses batuan yang terkekarkan kokoh.
” Formasi Tapak terdiri dari batupasir agresif bercorak kehijauan dengan sisipan napal pasiran bercorak abu- abu berusia pliosen awal- tengah. Bagian dasar ada konglomerat, pula batupasir gampingan kaya moluska,” sebut Wafid.
Sedangkan Formasi Kumbang terdiri dari breksi gunungapi, lava serta tuff berkomposisi andesit- basal, batupasir tuff serta konglomerat dan sisipan susunan tipis magnetit dengan usia Miosen tengah- Pliosen akhir.
Tanah pelapukan nampak sangat tebal, bercorak coklat, gembur, lepas, jenuh air dengan ketebalan lebih besar dari 10 m.
” Struktur geologi secara regional dipengaruhi proses tektonik berbentuk lipatan, sesar naik, serta sesar geser,” tutur Wafid. Situs Macan Empire yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!

