Suara Dentuman Dan Kilatan – Suara dentuman dan kilatan cahaya yang terdengar di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin malam (5/1/2026) masih menjadi tanda tanya.
Peneliti astronomi atau astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rhorom Priyatikanto, menyebut penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan sebagai fenomena langit.
Menurut Rhorom, suara gemuruh dan dentuman bisa muncul akibat meteor yang memasuki atmosfer rendah, di bawah ketinggian 90 kilometer. Meteor tersebut diduga meledak sebelum mencapai permukaan Bumi.
Suara Dentuman Dan Kilatan Menurut Rhorom Priyatikanto
Rhorom menyebut hingga kini belum ada kepastian bahwa peristiwa tersebut merupakan fenomena astronomi. Hal itu disebabkan tidak adanya rekaman foto atau video yang dapat menguatkan dugaan tersebut.
Observatorium Astronomi milik Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung, yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian, juga tidak merekam aktivitas apa pun pada waktu tersebut.
Rhorom menjelaskan, observatorium tersebut mengoperasikan all sky camera yang mampu merekam meteor terang hingga jarak sekitar 300 kilometer. Namun, kamera tidak berfungsi optimal karena tertutup awan saat kejadian.
Sementara itu, satelit milik NASA, Geostationary Lightning Monitor (GLM), yang dapat mendeteksi ledakan meteor di atmosfer, belum merilis data terbaru hingga Januari 2026.
” Jadi, belum dapat berikan konfirmasi terpaut kesaksian warga di Bogor,” cerah Rhorom.
Baca Juga : Kematian Arya Daru Dihentikan, Alasan Polisi Tak Logis
Keadaan Terbaru Gunung Gede Pangrango
Lebih dahulu, masyarakat di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, yang bersebelahan dengan Gunung Gede Pangrango mendengar dentuman keras diiringi kilatan sinar.
Terkait fenomena tersebut, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memastikan kondisi Gunung Gede–Pangrango masih normal dan tidak menunjukkan aktivitas vulkanik.
Agus Deni, menyatakan dentuman dan kilatan cahaya yang muncul di kawasan Puncak, Cianjur, tidak disebabkan oleh aktivitas Gunung Gede Pangrango.
Berdasarkan hasil pemantauan dan data dari Badan Geologi, PVMBG, serta ESDM, status Gunung Gede–Pangrango masih berada pada Level I atau normal. Dengan demikian, fenomena tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik.
Menurut laporan petugas jaga, dentuman dan kilatan cahaya diduga berasal dari kawasan Ciloto–Puncak, Kecamatan Cipanas. Lokasinya berada di balik perbukitan yang diperkirakan masuk wilayah Bogor.
Petugas mengaku sempat mendengar dentuman cukup keras disertai kilatan cahaya kemerahan di langit. Namun, peristiwa itu hanya berlangsung beberapa detik dan tidak berlanjut hingga pergantian hari.
“Benar terdengar suara gemuruh dan dentuman keras yang disusul kilatan cahaya merah di langit. Kejadian tersebut bukan berasal dari kawasan taman nasional,” pungkasnya.
Situs Pausempire yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!

