Anak Purnawirawan Polri – Seorang pegawai bank kepunyaan negeri( BUMN) di Lampung, Hendra Winata( 24), diniaya oleh anak purnawirawan Polri bernama samaran DE. Korban serta terduga pelakon awal mulanya ikut serta cekcok terpaut hilangnya speaker di indekos kawasan Rajabasa, Bandar Lampung.
Akibat penganiayaan tersebut, korban hadapi cedera sungguh- sungguh di bagian kepala sampai wajib memperoleh perawatan kedokteran. Insiden terjalin pada Pekan( 4/ 1 2026) di rumah individu bapak terduga pelakon.
Kronologi Anak Purnawirawan Polri Menganiaya Pegawai Bank
Peristiwa bermula dikala Hendra bersama beberapa sahabat mempertanyakan keberadaan speaker kepunyaan temannya yang lenyap. Bersumber pada penjelasan sebagian penunggu indekos, DE pernah nampak bawa speaker tersebut saat sebelum dinyatakan lenyap.
“ Aku waktu itu terdapat di kos sahabat. Terdapat sahabat yang kehabisan speaker, serta sebagian orang memandang Dendi pernah bawa speaker itu,” ucap Hendra dikala dikonfirmasi, Selasa( 6/ 1/ 2026).
Dikala ditanya, DE diucap tidak mengakui perbuatannya. Suasana setelah itu memanas sehabis bapak DE yang ialah owner indekos sekalian purnawirawan Polri tiba ke posisi.
Tidak lama berselang, Hendra bersama 2 rekannya dibawa ke rumah individu bapak DE dengan dalih menuntaskan perkara secara kekeluargaan. Tetapi, di posisi tersebut malah terjalin perdebatan berujung pada aksi kekerasan.
“ Di situ berdebat. Bapaknya ngomong agresif serta mengecam kami. Terus Dendi menampar aku, kemudian memukul kepala aku gunakan gagang sapu hingga kepala aku rusak,” tuturnya.
Dalam suasana mencekam tersebut, 2 rekan korban berupaya melarikan diri dengan membuka pagar rumah yang pernah dikunci. Sedangkan Hendra dilarikan ke rumah sakit akibat cedera di bagian kepala.
Atas peristiwa itu, korban sudah memberi tahu peristiwa penganiayaan tersebut ke Polsek Kedaton. Dia berharap proses hukum berjalan adil walaupun terduga pelakon ialah anak purnawirawan Polri.
“ Aku cuma mau keadilan. Mudah- mudahan pelakon dapat diproses cocok hukum,” tegasnya.
Baca Juga : Nenek Di Pasaman Sumatera Barat Dianiaya Penambang Karena
Respons Polisi
Kapolsek Kedaton, Kompol Budi Harto, membetulkan grupnya sudah menerima laporan terpaut dugaan penganiayaan tersebut. Dikala ini, polisi masih melaksanakan penyelidikan dini.
“ Kami telah menerima laporan korban. Pesan visum telah kami kirimkan ke rumah sakit serta hendak lekas memanggil saksi- saksi,” kata Kompol Budi.
Dia menarangkan, peristiwa bermula dari perkara peminjaman speaker yang awal mulanya hendak dituntaskan secara musyawarah. Tetapi, suasana malah tumbuh jadi keributan.
“ Awal mulanya ingin mufakat, tetapi dikala proses pembicaraan berlangsung terjalin chaos,” ucapnya.
Polisi baru mengecek pelapor. Sedangkan saksi lain serta terlapor hendak dipanggil dalam waktu dekat.
“ Yang ditilik baru pelapor. Saksi- saksi serta terlapor hendak lekas kami panggil,” jelasnya.
Terpaut data kalau orang tua terduga pelakon ialah purnawirawan Polri, Kapolsek membenarkan penindakan masalah senantiasa berjalan cocok prosedur.
“ Kami laksanakan cocok SOP serta ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia pula membantah terdapatnya berita kalau bapak terduga pelakon pernah menghadiri Polsek Kedaton saat sebelum laporan terbuat.“ Tidak benar. Aku tidak berjumpa dengan yang bersangkutan,” tutup ia.
Situs Abangempire yang resmi dan penuh kesempatan menang hari ini!

